Free Website Hosting
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

05 January 2009

Mati Di Pagi Hari

Menari diatas duri ilalang yang telah mengering,
Gerakan gemulai telapak kaki berdarah dan menanah,
Bernyanyi dalam gema suara yang Fals,
Diiringi musik dalam alunan yang maya,
Tertawa diantara batu-batu karang yang diam,
Terbahak-bahak diatas keangkuhan,

Berlari dan selalu mencari,
Kesenangan yang tiada pernah terpuaskan,
Memenuhi hasrat dalam keserakahan,
Meninggalkan janji yang telah mati,
Berbau busuk menembus urat nadi,

Hingga tiba diujung pencarian,
Lalu tersesat dalam tujuan,
Hingga malam mengiringi,
Lalu terlelap dalam kegelisahan tanpa mimpi,
Hingga kita tiada menyadari,
Hanya keserakahan yang tertinggal dalam diri,
Hari pun telah pagi.
Dan kita pun telah mati…

Cinta Dan Kasih

Bagai seorang ibu,yang mengasihi anak-anaknya dengan cinta kasih yang tiada kenal batas,amat luas tak terbendung.
Lalu kenapa Cinta kasih kita tidak kita berikan kepada semua mahluk…?
Kenapa Cinta kasih kita tidak dipancarkan kesemua penjuru,ke timur,selatan,barat,utara,tengah dan atas…?

Kecantikan Hanya Sedalam Kulit

Kecantikan Hanya Sedalam Kulit.

Tubuh manusia tidak lebih dari ujung rambut sampe ujung kaki ,yang terdiri dari : Dibadan ada rambut,kuku,gigi,kulit,tulang,gumpalan daging,isi perut dan lainnya.Demikian unsur yang ada dalam tubuh manusia.Badan hanya tumpukan kotoran belaka,kecantikan hanya sedalam kulit,Manusia akan selalu dihadapkan pada tiga hokum alam yaitu : lahir,hidup,mati,Kita hidup,mencintai,bergembira,namun nyatanya dalam kehidupan ini begitu gelap oleh bayangan kematian,terbelenggu oleh sifat2 ketidakpuasan,keserakahan manusia.

Bagai bunga mawar yang dipandang

Atau lebatnya daun2 dipohon

Atau mekarnya bungan dimusimnya,

Atau fajar yang menyingsing setiap hari,

Atau bagai matahari,atau pelangi,

Demikianlah manusia terbelenggu,

Terjerat,tercekit semakin erat,

Bunga mawar layu,daun2 berguguran,

Matahari terbenam,pelangi menghilang,

Dan manusia pun………Mati”

Demikian manusia yang hidup dengan nafas,

Ada disana ada disini,ada hidup ada mati,

Dan akan selalu menimbun cerita lama,

Cerita yang penuh derita ,

Hidup hanya hari ini,

Dan keesokan paginya pun mati,

Cerita yang teramat singkat,

Dalam perjalanan menuju kematian,

Buahpun kini telah membusuk,

Yang basah telah mongering,Salju mencair,

Demikian juga yang lain….”

01 January 2009

Antap Beach



Pantai Antap.Pantai yang mempunyai pemandangan alam yang sangat mempesona.
Walau kita tidak dapat berenang karena ombaknya sangat besar,tapi pemandangan alamnya sangat cukup untuk membasuh
mata kita dari sumpeknya suasana kota.
Belaian angin seakan membawa kita kedalam alam yang sangat damai.
Suara merdu deburan ombak tertabrak diantara batu karang membawa kita kedalam suasana alam yang sangat romantis,seakan
laut menyanyikan lagu rindu untuk manusia yang sudi menemani dan memandangnya.
Pantai Antap,pantai yang terletak di desa Antap.Selemadeg,Tabanan Bali.Pantai yang terletak disisi selatan pulau Bali ini bisa
kita tempuh kurang lebih satu jam dari kota Tabanan menuju arah barat.
(081338541173)

New Cell