Free Website Hosting
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Panorama Bali. Show all posts
Showing posts with label Panorama Bali. Show all posts

09 April 2015

Mepeed

Ini pemandangan unik yang sering Anda lihat di berbagai gambar tentang Bali. Para perempuan Bali berkebaya putih berbaris panjang dengan susunan buah dan sesajen di atas kepalanya. Inilah tradisi Mapeed, perwujudan rasa syukur umat Hindu Bali kepada Yang Maha Kuasa. Bila Anda beruntung dan datang tepat 10 hari setelah Hari Raya Kuningan, ritual Mapeed bisa menjadi pengalaman yang menarik dalam liburan Anda. Dalam bahasa Indonesia, Mapeed memiliki arti berjalan beriringan. Ritual ini dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ritual ini peserta biasanya terdiri atas ibu-ibu rumah tangga yang menggunakan seragam berupa pakaian adat. Pada bagian rambut mereka ditata dengan sanggul. Kebaya khas Bali yang mereka gunakan pun memakai warna yang sama dan berbalut sarung khas perempuan Bali yang diikat dengan selendang pada bagian pinggang yang juga seragam. Selain itu, para peserta Mapeed ini juga ditemani oleh suami dan anak-anak mereka. Sanak keluarga yang ikut mengiringi perjalanan ritul Mapeed ini juga menggunakan pakaian adat Bali yang lengkap. Sampai saat ini ritual Mapeed masih terus dilakukan di Pura Adem Alas Kedaton, Kabupaten Tabanan, Bali. Ibu-ibu peserta Mapeed mengusung Gebongan dari banjar menuju Pura Dalem Alas Kedaton. Gebongan sendiri merupakan rangkaian buah dan sesajen yang disusun dalam tempat yang disebut Dulang. Uniknya, Dulang-dulang yang digunakan mempunyai tinggi rata-rata 1 meter. Setelah tersusun dengan apik, Gebongan pun mulai di "suun" atau mengusung di atas kepala masing-masing peserta. Kamudian, Gebongan-gebongan tersebut dibawa menuju ke pura. Sesampainya di pura, Gebongan yang sudah dibawa oleh peserta kemudian disucikan oleh pemangku setempat. Setelah pensucian dengan memercikan air suci yang disebut Tirtha, barulah persembahyangan dimulai. Perlu Anda ketahui, untuk menjaga kekhusyukkan biasanya wisatawan yang datang dilarang meliput. Anda tidak perlu khawatir karena bagian yang dilarang diliput hanyalah areal persembahyangannya saja. Jadi, wisatawan hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar tembok yang dikenal Panyengker atau tembok pagar pura. Ritual Mapeed ini memang sangat menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain tempat pelaksanannya yang indah dengan hamparan sawah yang mengelilinginya, Mapeed ini memang sangat unik dan menarik untuk Anda saksikan. - See more at: http://www.griyawisata.com/tour--travel-services/asia/artikel/keunikan-tradisi-mapeed-iring-iringan-unik-membawa-sesajen-khas-bali#sthash.ZZGk6S7R.dpuf

15 August 2010

Suasana Bali


Suasana alam Bali mulai dari alam laut,pantai dan pegunungan  memang sangat cocok untuk Anda yang ingin menikmati suasana pedesaan di Pulau Dewata Bali. Suasana yang tenang, asri, dan alami sangat berbeda dengan daerah perkotaan yang penuh keramaian. Tempat ini bisa menjadi tujuan wisata bagi Anda yang penat dengan kehidupan kota dan ingin menghilangkan kejenuhan.
Dan sudah sepatutnya kita jaga dan lestarikan. 

26 July 2010

Balian Beach

Lokasi Pantai Balian terletak di desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Terletak pada ruas jalan utama yang menghubungkan Jembrana dengan Denpasar. Jarak tempuh dari Denpasar sekitar 45 Km dan dari Gilimanuk sekitar 84 Km. Kendaraan yang melewati ruas jalan ini sangat padat dari pagi sampai malam hari, karena juga sebagai satu-satunya jalan penghubung Jawa Bali.
Tepatnya di pasar Suraberata keselatan.terdapat pantai yang panoramanya sangat indah.
Dan dalam beberapa akhir ini suasana Pantai Balian sudah semakin ramai oleh tamu domestik dan mancanegara.

20 July 2010

Danau Beratan

Indahnya panorama danau beratan, bedugul yang sudah terkenal ke mancanegara, dan buktinya dengan banyaknya kunjungan wisatawan asing dan domestik, namun danau beratan, pihak pengelola danau beratan menghadapi permasalahan. Permasalahan yang di hadapi bagi pengelola danau beratan bedugul yaitu kurang sadarnya para pengunjung obyek danau beratan dari segi kebersihan, terutama dari sampah plastik yang di buang begitu saja oleh para pengunjung. Menurut prajuru adat imade kasa, masalah pembuangan sampah terutama sampah plastik, yang mendapatkan penaganan yang serius dari pihak pengelola, dan menyadari juga akibat banyaknya pungunjung yang berkunjung ke danau beratan, serta pihaknya juga sudah memantau dan berkoordinasi dengan pengelola dan desa adat untuk mengatasi sampah plastik, dan berupaya secara maksimal dan sudah tersedianya beberapa tong sampah dan menyiapkan armada sampah dan tempat pembuangan akhirnya. Sementara menurut salah satu pengunjung, jacob frans massing, asal MInahasa Sulawesi utara, mengaku senang dan bangga bisa berkunjung ke Bali, terutama ke danau beratan, maka tidak salah Bali disebut Pulau Dewata, dan sorga dunia, dan pihaknya berharap di daerahnya bisa dimotifasi untuk di kembangkan obyek seperti ini, serta kerukunan hidup beragama yang bisa kita petik hikmahnya. – Kehindahan dan terkenalanya suatu obyek pariwisata, tidak lepas dari suatu permasalahan terutama masalah sampah, terutama sampah palstik, dan harapan kedepan kepada pengunjung obyek wisata tatap bisa menjadga kebersihan terutama membuang sampah.

31 May 2010

Indahnya Alam Desa/Pertanian

Aliza Fleischer (2002) memaparkan pariwisata pedesaan dan pertanian memiliki ciri sama yakni memanfaatkan situasi alam pedesaan, termasuk aktivitas pertanian sebagai atraksi wisata. Baik pariwisata pedesaan maupun pertanian juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi rakyat kecil (petani) untuk terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata. Pengembangan pariwisata pedesaan dan pertanian di beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Jerman, menunjukkan petani setempat mampu meningkatkan pendapatan keluarga karena pariwisata menjadi sumber pendapatan alternatif.

05 March 2010

Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi Di Bali


Menjelang Hari Suci Penyepian, peristiwa dan prosesinya nyaris mirip dari tahun ke tahun, yaitu tiap banjar (pemangkuan adat setingkat kelurahan) di Bali berlomba-lomba membuat "ogoh-ogoh" sebaik dan semenarik mungkin. Kalau bisa lebih berseni, rumit, dan lebih mutakhir, maka "ogoh-ogoh" itu diharapkan bisa menaikkan martabat banjar yang membuatnya.
Layaknya perayaan agama yang bersisian dengan keriaan penganutnya, maka umat Hindhu Dharma juga bersuka-ria menyambut kehadiran tahun baru itu dibarengi dengan perenungan tentang yang telah terjadi dan dilakukan selama ini
Dalam kepercayaan Hindu Dharma, "ogoh-ogoh" adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala itu, yang merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Meriahkan Nyepi dengan Pawai Ogoh-Ogoh dengan tetap menjaga Bali tetap AJEG.dan semua kawan....
Aman dan Tentram

08 February 2010

Pura Melanting Pulaki

Lingkungan Pura Pulaki(Pulaki Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung menghadap ke laut. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki. Daya tarik Lingkungan Pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan Pura. Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya dan bukit tidak jauh di sebelah Baratnya yang berbentuk tanjung kecil memberikan suasana yang sangat menarik.Kera-kera yang hidup di sekitar pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura ini.Lingkungan Pura Pulaki terletak di desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, 53 km sebelah Barat Singaraja. Lingkungan Pura Pulaki itu sesungguhnya merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki dengan beberapa "Pesanakannya" yaitu lingkungan Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, lingkungan Pura Pabean dan lingkungan Pura Pemuteran. Lingkungan Pura Melanting ada kaitannya dengan kemakmuran, khususnya yang beraspek perdagangan, sehingga lingkungan Pura Melanting banyak dikunjungi oleh para pengusaha, pedagang, untuk bersembahyang dan membawa "aturan'. Di Lingkungan Pura Pemuteran, terdapat air panas yang banyak dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

Alas Kedaton

Alas Kedaton (Alas Kedaton Mongkey Forest)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik. Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dianggap keramat. Disamping itu pula terdapat sekelompok kalong yang hidup bergantungan di dahan-dahan pohon kayu yang besar dan sewaktu-waktu beterbangan, merupakan suatu atraksi yang sangat menarik bagi wisatawan baik bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.

13 January 2010

Pura Srijong


Pura Dhang Kayangan Luhur Srijong mungkin sebagian besar masyarakat
Hindu di Bali telah tahu.
Keberadaan pura ini terletak di pantai selatan pulau Bali.
Tepatnya Desa Payan.Selemadeg Barat.Tabanan.
Dalam area Pura ini terdiri dari 6 Pura/palinggih.
1.Luhur Srijong
2.Ratu Mas Melanting
3.Ratu Gede Kebo Iwo
4.Dukuh Sakti
5.Beji Ratu Biyang Sakti
6.Payogan Ida Bhatari/Goa Sor.

Puja wali di Pura Ini jatuh setiap 6 Bulan sekali.
Yaitu Buda Manis Prangbakat.
Upacara Pujawali dilaksanakan nyejer 3 hari sampai hari minggu.

Dengan pemandangan alam laut yang begitu indah.Sudah seharusnya
generasi Umat Hindu melestarikan alam disekitar areal Pura.
Alam Bali pada umumnya.

27 October 2009

Tegallalang




Pesona indah alam Tegallalang Gianyar.

29 September 2009

Danau Buyan


Danau Buyan adalah merupakan salah satu Danau yang ada di pulau Bali.
Alam didanau Buyan sangat indah dan sangat sejuk.
Panorama alam danau buyan menunjukkan betapa kuasanya Tuhan mencipta alam ini.
Jika sempat datang ke Buyan,luangkan sesaat waktu kita untuk merenung,
Betapa indah alam ini diberikan kepada kita,sudah sepantasnya
alam ini kita jaga kelestariannya.Jangan buat alam murka
dengan keseralahan kita sebagai manusia,percayalah...kekuatan alam
melebihi semuanya.Dan kita manusia tiada ada apa-apanya ...(lanjutkan)

24 August 2009

Puncak Gunung Batu Karu































Gunung Batu karu merupakan salah satu gunung yang ada di pulau Bali.
Gunung Batu Karu tepatnya berada di kabupaten Tabanan.
gunung ini mempunyai ketinggian 2200 m diatas permukaan laut.
Untuk mencapai puncak gunung kita bisa melewati jalur barat.
Yaitu melalui Desa Pujungan,Tabanan.
Didalam perjalan kita akan disuguhkan panorama alam yang sangat luar biasa.
Hutan yang masih hijau,udara yang amat segar dan sejuk,
Sangat jauh dari polusi dan bisingnya kota.
Waktu yang diperlukan untuk menempuh puncak gunung
kurang lebih 4-5 jam.
Suasana di puncak gunung lumayan dingin apalagi pada malam hari akan terasa
lebih dingin.Tapi semua itu akan terbayar dengan panorama alam yang sangat
indah dan luar biasa.
Tapi jika berada di atas gunung kita sangat tidak dibolehkan untuk berkata
yang tidak baik,apalagi bertingkah liar.Karena dipuncak gunung Batu Karu
terdapat tempat suci yang sangat keramat.Pura Luhur Puncak Kedaton.
Bagi umat hindu di pura tersebut sangat baik untuk sembahyang dan juga
untuk bermeditasi.

14 June 2009

Leak Bali







Leak,dalam budaya Bali merupakan sebuah nama yang disakralkan,
karena percaya atau tidak Leak memiliki kekuatan megis yang amat
kuat.Semua masyarakat Bali percaya bahwa Leak itu memang ada.
Masyarakat Bali juga percaya,Leak tidak akan menggangu manusia
jika mereka tidak diganggu pula.Semuanya telah memiliki alam tersendiri.
Memiliki kehidupan tersendiri pula.Dalam budaya Bali
Leak merupakan rencang-rencang ( anak buah ) dari Betari Pura Dalem.
Leak dalam kepercayaan Umat Hindu dapat menjaga keseimbangan alam.
Didalam bahasa kasarnya,Orang meleak pada umumnya merupakan
manusia yang dapat merubah wujud sesuai dengan yang diinginkan dan
sesuai pula dengan tingkatan ilmu mereka.
Percaya atau tidak,leak itu pasti ada disekeliling kita.
Mereka akan menantau ulah manusia,karena
itu kita semestinya selalu bertingkah laku sesuai dengan ajaran Darma.
Mereka juga berhak memperingati atau menyakiti manusia,jika manusia
itu sendiri punya salah.Agar manusia ingat dan sadar,kembali ke ajaran Darma.
Leak,dapat lebih baik dari yang paling baik,
tapi dapat pula menjadi ganas dan buas dari ganas yang ada.
Maka,jangan ganggu mereka.apa lagi menantangnya.
Kekuatan manusia tidak ada apanya dibanding kekuatan alam.

New Cell